:

Wabup Sumenep Tekankan Peran Strategis HMT dalam Penguatan Moral dan Sosial Umat

top-news
https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

SUMENEP I MaduraNetwork.id - Wakil Bupati Sumenep menegaskan bahwa Harakah Majelis Taklim (HMT) memegang peranan penting dalam memperkuat sendi-sendi kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Keberadaan organisasi ini tidak sekadar menjadi forum pengajian, melainkan juga wahana efektif dalam membentuk karakter umat, mempererat tali silaturahmi, serta menyebarkan nilai-nilai Islam yang menyejukkan.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati KH. Imam Hasyim saat menghadiri kegiatan Halalbihalal Pimpinan Cabang HMT Sumenep yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton, Kamis (23/04/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa HMT memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, sehingga berpotensi besar dalam menanamkan nilai religius, semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial.

 

Menurutnya, HMT merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh dimensi spiritual. Peran tersebut dinilai penting untuk mendorong kemajuan di bidang keagamaan sekaligus pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh.

 

Lebih lanjut, Wabup menyebut jaringan HMT yang luas dapat menjadi penghubung komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Melalui berbagai program yang dijalankan, organisasi ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

 

Ia juga mendorong agar HMT terus meningkatkan kualitas kegiatan serta memperluas perannya ke berbagai sektor. Tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga aktif dalam bidang sosial, pendidikan, hingga penguatan ekonomi umat.

 

Di era digital saat ini, Wabup menilai organisasi keagamaan dituntut untuk lebih adaptif, kreatif, dan inovatif dalam menyampaikan dakwah. Pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial dinilai sebagai langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

 

Platform digital seperti media sosial, layanan streaming, hingga aplikasi pesan instan dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran nilai-nilai keagamaan yang moderat dan membangun karakter positif di tengah masyarakat.

 

“Teknologi tidak hanya mempermudah komunikasi antaranggota, tetapi juga mempercepat koordinasi kegiatan. Dengan begitu, organisasi dapat bergerak lebih responsif dalam menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkas KH. Imam Hasyim. (rj)

 

https://maduranetwork.id/public/uploads/images/photogallery/maanphotogallery29072024_011116_1_20240727_175229_0000.png

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *